Kisah Nabi Hud: Manusia Pemberani, Bijaksana dan Penuh dengan Ketabahan
apologiku.com - Nabi Hud adalah nabi yang diutus oleh Allah untuk berdakwah ditengah tengah kaum Ad yang berada di Hadramaut yang berada diantara Yaman dan Oman. Kaum Ad ini merupakan kaum yang pertamakali menyekutukan Allah. Merekalah yang mempelopori adanya penyembah berhala.

Silsilah Nabi Hud tidak disebutkan dalam Alqur'an, namun ada beberapa pendapat ulama tentang silsilah Nabi Hud yakni:
- Hud bin Selah/Syalikh bin Arpakhsad bin Sem/Sam bin Nuh
- Hud bin Eber bin Selah/Syalikh bin Arpakhsad bin Sem/Sam bin Nuh
- Hud bin 'Abdullah bin Rabbah bin Khulud bin 'Add bin Us/Aush bin Aram/Iram bin Sem/Sam bin Nuh
Menurut pendapat yang masyhur, Hud diutus sebelum masa Ibrahim, meski sebagian ulama menyatakan setelahnya. Sedangkan Nabi Hud di utus untuk berdakwah ditengah tengah kaum 'Ad karena merupakan keturunan dari ‘Ad, yaitu melalui ayahnya Abdullah bin Rabah bin Al-Jalud bin ‘Ad. (wallahu 'alam)
Kala itu, kaum Ad dikenal sebagai kaum yang hidup sangat makmur. Mereka memiliki peradaban yang tinggi dan unggul dalam bidang pertanian karena air yang melimpah. Mereka juga memiliki harta dan binatang ternak yang banyak. Tempat mereka juga menjadi ladang yang subur dan hijau, penuh dengan kebun-kebun yang indah dan mata air.
Kaum Ad merupakan kaum yang sangat suka membuat bangunan bangunan megah dimasa itu. Banyak dari mereka yang suka membangun monumen di tempat yang tinggi. Selain itu, mereka juga suka membangun gedung-gedung yang indah dengan tujuan bisa hidup dan menempatinya selama mungkin.
Kaum Ad ini dikenal dengan orangnya sangat besar dan sangat tinggi bagaikan raksasa. Mereka mempunyai segala jenis kekuatan seperti kekuatan fisik, kekayaan, politik, peradaban yg paling maju dan sebagainya.
Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur'an sebagai berikut, "Apakah kamu (tidak percaya dan) heran bahwa telah datang kepadamu tuntunan dari Tuhanmu atas seorang laki-laki dari golonganmu supaya dia memberi peringatan kepadamu? Ingatlah, ketika Dia (Allah) menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum Nuh, dan melebihkan kamu dalam penciptaan (berupa) tubuh yang tinggi, besar, dan kuat. Maka, ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS . Al-A'raf 7:69)
Mereka kaum ad ini juga memiliki jatah hidup beribu tahun lamanya, dan setiap orang dapat melahirkan ratusan anak. Mereka terkenal dengan rumah-rumah mereka yg sangat besar bak istana mewah yang dibangun di atas gunung-gunung yang mereka sukai. Mereka ada yang membangun bangunan megah untuk ditinggali, adapula yang hanya membuat bangunan megah hanya untuk bermegah-megahan dengan kekayaan yang mereka miliki.
Sebagaimana yang dikatakan dalam Al-Qur'an dalam surah Al-A'raf yang artinya, "Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikam kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ‘Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan. (QS. al-A‘raf 7:74).
Terlepas dari keistimewaan kaum Ad yang memiliki umur yang panjang dan bangsa yang diberikan kekuatan-kekuatan yang besar dan peradaban yang megah, ternyata kaum Ad merupakan kaum pertama yg memperkenalkan penyembahan tuhan selain daripada Allah (syirik) selepas zaman nabi Nuh, mereka menyembah berhala.
Selain itu kaum 'Ad juga dikenal sebagai kaum yang kejam tak berperikemanusiaan, sebagaimana firman Allah swt yang artinya, "Dan itulah (kisah) kaum ‘Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran)." (QS. Hud 11: 59).
Ketika Hud diutus ke tengah-tengah mereka, untuk berdakwah dan mengajak kaum Ad kembali untuk bertaqwa kepada Allah, mereka masih juga tidak mau mendengarkan. sama seperti kaum nabi Nuh, mereka menghina, mencaci dan menyepelehkan nabi Hud. Nabi Hud berdakwah lagi, ingatlah bahawa kamu adalah keturunan Nuh yg terselamat dari malapetaka, bertaqwalah kepada Allah! Mereka lemparkan berbagai tuduhan kepada nabi Hud.
Mereka selalu saja mengingkari dakwah yang dibawakan oleh Nabi Hud dengan perkataan yang jelek sebagaimana yang disebutkan dlam Al-Qur'an yang artinya, “Kaum ‘Ad berkata, “Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sesembahan-sesembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu.” (QS. Hud 11: 53)
Dengan kesombongan kaum Ad malah menantang nabi Hud, “di mana tanda-tanda tuhanmu? Tunjuklah! Kau kata tuhanmu akan menghukum kami, tunjukkanlah! Tiada siapa boleh menghukum kami kerana kami terlalu kuat.” Kaum Ad sangat-sangat bongkak. Kemudian mereka bertanya lagi, “Siapa yg lebih kuat dari kami?” mereka lupa yg Allah jauh lebih kuat daripada mereka.
Mendengar cercaan, cacian dan tantangan tersebut, Nabi Hud mengangkat sumpah bahawa dia tidak terlibat dgn kejahilan kaum Ad dan dia percaya kepada Allah. Kemudian nabi Hud kembali menantang mereka, “lawanlah aku! Kalau kau betul-betul kuat, lawanlah aku! Sesungguhnya aku berserah kpd Penciptaku.” Setelah mendengar itu, beberapa orang kaum Ad maju dan berhasil dikalahkan oleh Hud sehingga terbesit dalam hati mereka perasaan takut. Namun sebahagian dari mereka tetap tidak mempercayai Hud dan kemudian kembali mengingkari dengan berbagai macam hinaan.
Akhirnya Nabi Hud berdoa kpd Allah untuk ditunjukkan kebenaran. Maka Allah turunkan musim kering di negeri Ad selama 3 tahun. Kaum Ad mula meminta-minta dari ‘Tuhan’ mereka untuk turunkan hujan.
Nabi Hud kemudian berdakwah lagi. Nabi Hud berpesan sekiranya mereka inginkan hujan mereka perlu beristighfar dan bertaubat. Maha Pencipta akan mengurniakan hujan yg indah dan lebih banyak kekuatan kepada mereka. Namun kaum Ad tetap tidak mau mendengarkan semua yang dikatakan oleh Nabi Hud.
Akhirnya Allah menurunkan azab-Nya, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur'an, “Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus, maka kamu melihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk).” (QS. Al-Haqqah: 7)
Sehingga hancurlah mereka hingga tidak bersisa dengan angin topan yang diturunkan Allah sebagai azab bagi mereka yang selalu ingkar kepada kebenaran-kebenaran Allah.
Pelajaran berharga bagi kita yang masih hidup dengan kasus kaum Ad ini adalah, Allah senantiasa memberikan kenikmatan kepada siapapun yang dikehendakinya, namun ada hal yang diminta Allah ialah bentuk penyembahan hamba kepada penciptanya. Jika ini selalu dipegang teguh, maka Allah akan terus menambahkan nikmat-Nya. Sedangkan apabila segala nikmat itu diingkari bahwa tidak ada campur tangan Allah di dalamnya, maka bersiaplah untuk menerima azab yang sangat pedih. nauzubillahiminzalik
*****
Post a Comment for "Kisah Nabi Hud: Manusia Pemberani, Bijaksana dan Penuh dengan Ketabahan"